surabaya banget
Jam 18.30 gue en temen2 gue naik bus mandala menuju kota Surabaya ( gresik ) alias kampoeng temen. Yang bikin gue jengkel ½ mati yang tadinya jadwal kedatangan jam 6.00 gara2 macet molor jadi jam 13.00 pantat ampek tepos….

Menuju gunung bromo
Sesuai dengan planning mendaki gunung bromo jam 14.00 mulailah tu kaki menuju gunung bromo. Pas kebetulan jalan menuju gunung bromo melewati kota porong yang terkenal dengan Lumpur lapindonya…di tengah perjalanan itulah gue berhenti sejenak liat2 kondisi Lumpur dan tempat pengungsian. Rasanya hati ini teriris2 melihat secara langsung kondisi korban lapindo, selama ini Cuma lihat berita dari TV ga separah yang gue lihat. Lumpur yang berbau gas , rumah ancur berantakan , rumah tenggelem oleh Lumpur .. aduh pokoknya pengen nagis klo lihat korban yg sesungguh nya.. apalagi tempat pengungsianya yg ga’ memungkinkan lagi ( pada bolong ).

Setelah Lumpur,perjalanan menuju puncak gunung bromo di lanjutkan . Setelah enam jam perjalanan sampailah di villa. Setelah administrasi di urus makan malam sudah datanggggggggg
Lama bener ya makanannya#:-S
Pas jam 3.00 ada suara tuk….tuk….tuk…assalamu allaikum……..( suara sopir jeep ) yang Siap mengantarkan kepuncak gunung bromo. Uanjrit….t Gila mampus dinginnya bukan minta ampón lagi tapi sampek minta peluk…. Hak hak hak….sumpah gue baru kali ini ngrasain hawa paling dingin padahal udah pakek sweter kupluk dan perangkat lain penghilang dingin. Tapi hawa dingin masih menusuk tulang2 di tubuh gue….
Setelah lihat mata hari terbit perjalanan di lanjutkan ke padang safina ( teletubis ) tapi hawa dingin dan Kabul tetep mengiringi. Disitu ada padang rumput yang luasnya ga bias mengira2 lagi pokoknya luasssss……sss buanget……..
Pasir Berbisik
Perjalanan di lanjutkan ke pasir yang konon ceritanya bisa bersuara. Dengan perasaan heran dan penasaran gue tempelkan kuping gue ke pasir itu… ternyata emang bener klo pasir itu bersuara ( mbung… mbung…..mbung ) tapi untuk mendengarkan suara itu perlu konsentrasi dan keseriusan.

Pas perjalanan di padang pasir ada satu orang bapak2 dan ibu2 yang sudah cukup umur memikul dan menggendong bahan dagangan untuk di jual ke kampung2. sumpah gue terharu melihat perjuangan 2 orang tersebut, demi menghidupi dirinya sampek berjualan yang jauh buanget melewati padang pasir yang panas….. gue salut dengan perjuangan mereka yang ga pernah mengeluh demi sesuap nasi.
Setelah beres2 (by villa). Dan perjalanan di lanjutkan ke kota Surabaya buat cari oleh2. dan perjalanan pulang dari villa mampir di sidoarjo ( sorban lumpur lapindo ) di situ gue berhenti sebentar lihat semburan air gas yang keluar dari bawah tanah yang semburan nya sampek 10M.
Prihatin juga se…..
Akhirnya oleh2 dapet juga.. dan perjalanan di lanjutkan ke rumah temen gue buat beres2 menuju Jakarta
Akhirnya jam 22.300 sampailah di Jakarta ( dengan delay pesawat 45menit dan kemacetan BUS damri )
“Welcome Jakarta”




